Misteri Anak Adam : Antara Nekat & Tekad
(Tulisan pertama dari tiga tulisan)
Sekarang-sekarang ini kita kerap mendengar kekerasan yang levelnya benar-benar fantastis. Tidak tahu pasti apakah itu karena memang kuantitas dan intensitasnya yang meningkat atau memang karena pemberitaannya yang makin genjar. Yang jelas, kekerasan itu rasanya semakin dekat saja dengan kehidupan kita.
Kita dengar ada seorang ibu yang membekap ketiga anaknya satu persatu. Ketiganya meninggal. Ini terjadi di
Apakah seorang ibu yang tega membunuh anaknya itu bisa dibilang telah kehilangan naluri keibuannya?
Apakah seorang polisi yang membunuh atasannya dan membunuh dirinya itu sudah tidak sayang lagi sama hidupnya, sama keluarga dan sama karirnya? Dari bukti-bukti yang masih hidup, jawabnya tidak hitam-putih. Inilah misterinya manusia. Kata para peneliti, misteri terbesar di dunia ini adalah ruang di antara kedua telinga anda. Ruang itulah otak kita.
Ibu yang tega membunuh anaknya itu tetap punya rasa sayang. Mana ada sih seorang ibu yang kehilangan kasih sayangnya? Bahkan, kata pemberitaan, si ibu yang membunuh anaknya itu justru dipicu oleh rasa sayang. Si ibu tidak ingin anaknya nanti hidupnya susah seperti dirinya. Saking sayangnya ia dengan si anak, akhirnya ia mengambil tindakan seperti itu.
Saking susahnya kita menyebut tindakan yang semacam itu, kita sebut saja perbuatan nekat. Salah satu ciri yang paling menonjol adalah munculnya paradok antara sebelum dan sesudahnya. Sebelum tindakan itu terjadi, biasanya yang bersangkutan punya kemauan yang kuat agar tindakan itu terjadi. Tapi setelah terjadi, muncullah penyesalan kenapa tindakan itu terjadi.
Kalau merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, ternyata baik nekat atau tekad itu merujuk pada sumber yang sama. Sumber itu adalah kemauan keras. Bedanya, yang satu tidak terarah, atau hanya berdasarkan impuls dan lebih sering tidak rasional, dan yang satu lagi terarah, atau berdasarkan nilai-nilai, visi, tujuan, dan sasaran.
Menurut kamus itu, nekat adalah kemauan keras yang didasari oleh ketidakpedulian terhadap apa saja (karena putus harapan, hilang akal, rasa malu yang cukup tinggi, dan seterusnya). Sedangkan tekad adalah kemauan / kehendak yang pasti atau kebulatan hati. Orang yang perbuatannya mengabaikan kaidah kebenaran, akal sehat, atau norma-norma kita sebut orang nekat. Sebaliknya, orang yang perbuatannya mengarah pada sasaran yang pasti kita sebut orang yang punya tekad tinggi.
Dalam prakteknya, perbuatan nekat itu bisa terjadi dalam berbagai tingkatan / skala dan pola.
Hampir semua perbuatan nekat itu mewariskan penyesalan atau rasa bersalah bagi pelakunya. Seorang karyawan yang langsung ingin mengundurkan diri saat dimarahi atasannya, terkadang bisa menyesal juga. Ini biasanya terjadi ketika tindakan itu ia lakukan sebagai sebagai reaksi sesaat yang belum dipikirkan baik-buruknya di kemudian hari bagi dirinya.
[…] Dibalik Perbuatan Nekad […]